Setiap orang pasti menginginkan ketenangan jiwa, karena dengan jiwa yang tenang kehidupan ini dapat dijalani secara teratur dan benar sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah dan Rosul-Nya, Namun yang amat disayangkan adalah, untuk mencapai ketenangan jiwa itu masih banyak orang-orang islam yang mencapainya dengan cara-cara yang tidak islami, sehingga bukan ketenangan jiwa yang dia dapatkan tapi kegalauan yang dia rasakan, dan yang lebih parah lagi, bukan pahala dan ridho Allah yang dia dapatkan tapi dosa kemusyrikan yang dia dapatkan.
Untuk itu Al-Qur’an telah memberikan resep atau kiat praktis untuk memperoleh ketenangan jiwa tersebut, di antaranya :
Pertama, Zikrullah, dalam arti selalu ingat kepada Allah dengan menghadirkan nama-Nya di dalam hati dan menyebut nama-Nya dalam berbagai kesempatan dan keadaan., misalnya :
Ketika dalam ketakutan, lalu ingat kepada Allah dengan mengucapkan TA’AWUZ (A’uzubillahiminassyaitonirrojim), insya Allah rasa takut itu akan hilang,
Ketika dalam kesedihan, lalu ingat kepada Allah-bahwa Allah sangat dekat dan selalu mendampingi kita, insya Allah rasa sedih itu akan hilang, sebagaimana kata Allah dalam Al-Qur’an LAA TAHOF WALAA TAHJAN INNALLOOHA MA’ANAA “ Jangan Takut dan jangan Sedih, Sesungguhnya Allah bersama kita”
Ketika berbuat dosa, lalu ingat kepada Allah dengan membaca Istighfar, Insya Allah seseorang akan memperoleh ketenangan jiwa kembali, karena ada harapan bahwa dosa akan diampuni.
Begitupun ketika kita mengalami kesulitan, lalu ingat kepada Allah, bahwa disamping kesulitan pasti akan ada kemudahan, Insya Allah ketenangan akan dapat kita rasakan.
Dengan berzikir, ingat selalu kepada Allah dimanapun, kapanpun, dalam situasi dan kondisi bagaimanapun, Insya Allah - Allah akan mengantarkan kita untuk mencapai ketenangan jiwa, sebagaimana Firman-Nya :
“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah, Ingatlah! Hanya dengan mengingat Allah , hati menjadi tentram”(Q.S.Ar-Ra’du : 28).
Kedua, upaya untuk mencapai ketengan jiwa adalah dengan TILAWAH atau membaca, TASMI’ atau mendengar, dan TADABBUR, atau mengkaji Al-Qur’an. Hal ini karena Al-Qur’an merupakan sebaik-baik perkataan, yang bila kita membaca, mendengar dan mengkajinya, niscaya akan menjadi tenang hati kita – itupun manakala kita benar-benar beriman kepada Allah SAW, sebagaimana Firman-Nya :
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka, dan hanya kepada Allahlah mereka bertawakkal (berserah diri) ( Al-Anfal : 2 )
Dengan berbekal jiwa yang tenang itulah, sebagai muslim kita akan mampu menjalani kehidupan ini dengan baik, sebab baik dan tidaknya sesuatu, seringkali berpangkal pada persoalan mental atau jiwa, dan jiwa yang tenang itulah yang akan mendapat panggilan Allah untuk masuk kedalam syurga-Nya, sebagaimana Firman-Nya :
“ Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya, maka masuklah kedalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah kedalam syurga-Ku” (Q.S. Al-Fajr : 27-30)
Semoga bermanfaat, Amin…
Untuk itu Al-Qur’an telah memberikan resep atau kiat praktis untuk memperoleh ketenangan jiwa tersebut, di antaranya :
Pertama, Zikrullah, dalam arti selalu ingat kepada Allah dengan menghadirkan nama-Nya di dalam hati dan menyebut nama-Nya dalam berbagai kesempatan dan keadaan., misalnya :
Ketika dalam ketakutan, lalu ingat kepada Allah dengan mengucapkan TA’AWUZ (A’uzubillahiminassyaitonirrojim), insya Allah rasa takut itu akan hilang,
Ketika dalam kesedihan, lalu ingat kepada Allah-bahwa Allah sangat dekat dan selalu mendampingi kita, insya Allah rasa sedih itu akan hilang, sebagaimana kata Allah dalam Al-Qur’an LAA TAHOF WALAA TAHJAN INNALLOOHA MA’ANAA “ Jangan Takut dan jangan Sedih, Sesungguhnya Allah bersama kita”
Ketika berbuat dosa, lalu ingat kepada Allah dengan membaca Istighfar, Insya Allah seseorang akan memperoleh ketenangan jiwa kembali, karena ada harapan bahwa dosa akan diampuni.
Begitupun ketika kita mengalami kesulitan, lalu ingat kepada Allah, bahwa disamping kesulitan pasti akan ada kemudahan, Insya Allah ketenangan akan dapat kita rasakan.
Dengan berzikir, ingat selalu kepada Allah dimanapun, kapanpun, dalam situasi dan kondisi bagaimanapun, Insya Allah - Allah akan mengantarkan kita untuk mencapai ketenangan jiwa, sebagaimana Firman-Nya :
“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah, Ingatlah! Hanya dengan mengingat Allah , hati menjadi tentram”(Q.S.Ar-Ra’du : 28).
Kedua, upaya untuk mencapai ketengan jiwa adalah dengan TILAWAH atau membaca, TASMI’ atau mendengar, dan TADABBUR, atau mengkaji Al-Qur’an. Hal ini karena Al-Qur’an merupakan sebaik-baik perkataan, yang bila kita membaca, mendengar dan mengkajinya, niscaya akan menjadi tenang hati kita – itupun manakala kita benar-benar beriman kepada Allah SAW, sebagaimana Firman-Nya :
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka, dan hanya kepada Allahlah mereka bertawakkal (berserah diri) ( Al-Anfal : 2 )
Dengan berbekal jiwa yang tenang itulah, sebagai muslim kita akan mampu menjalani kehidupan ini dengan baik, sebab baik dan tidaknya sesuatu, seringkali berpangkal pada persoalan mental atau jiwa, dan jiwa yang tenang itulah yang akan mendapat panggilan Allah untuk masuk kedalam syurga-Nya, sebagaimana Firman-Nya :
“ Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya, maka masuklah kedalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah kedalam syurga-Ku” (Q.S. Al-Fajr : 27-30)
Semoga bermanfaat, Amin…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar