Selasa, 01 April 2008

MENSYUKURI NIKMAT ALLAH

السّلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمدلله ربّ ا لعالمين - نحمده ونستعينه ونستغفره - ونعوذبالله من شرور انفسنا- ومن سيّاءت اعمالنا - من يّهدالله فلا مضلّ له - ومن ّيضلل فلاهاد يله- اشهدان لااله الاالله وحده لا شريك له- واشهد انّ محمّدا عبده ورسوله- اللهمّ صلّ وسلّم على سيّدنا محمّد وعلى اله وصحبه اجمعين, امّا بعد


Begitu banyak nikmat Allah yang diberikan kepada kita, begitu banyak nikmat Allah yang kita rasa, tapi begitu banyak pula nikmat Allah yang kita ingkari, oleh karena itu, ada 3 cara bagaimana seharunya kita mensyukuri nikmat Allah :

Pertama: MENSYUKURI DENGAN QALBU, yaitu dalam bentuk pengakuan bahwa kenikmatan yang kita rasa semata-mata dari Allah, bila ini diingkari, tidak menutup kemungkinan Allah akan mencabut nikmatnya, Allah akan mencabut keberkahannya dan menggantinya dengan Azab, seperti yang terjadi pada kafir Quraisy. mereka mengganti Nikmat Allah yaitu dengan kehadiran Rosulullah SAW tapi mereka mendustakannya, sebagaimana Allah berfirman :

الم تر الى الّذين بدّ لوا نعمت الله كفرا واحلّوا قومهم دا رالبوار

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar Nikmat Allah dengan kekafiran? mereka menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan” (Ibrahim 28)


Kedua : MENSYUKURI DENGAN LISAN, Yaitu dalam bentuk zikir (Tasbih, Tahmid, Takbir dan Tahlil), sebagaimana Allah berfirman

فاذكروني اذكركم واشكرولى ولا تكفرون

“Ingatlah kamu kepadaku, niscaya aku akan ingat kepadamu, dan bersyukurlah kamu kepadaku-jangan kau ingkari nikmatku”

Selain itu, berterima kasih dan menyebut jasa baik orang lain, seperti orang tua kita, para pahlawan kita, guru-guru kita dengan selalu mendo’akan mereka juga bagian dari rasa syukur kita kepada Allah, sebagaimana sabda Rosulullah SAW:

من لا يشكرالنّاس لايشكرالله

“Orang yg tidak berterima kasih kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah”


Ketiga: MENSYUKURI DENGAN PERBUATAN, yaitu dalam bentuk mengisi kehidupan ini dengan kegiatan yang bernilai Ibadah seperti kesehatan yang kita rasa, masa muda yang kita alami, kesempatan yang ada, kekayaan yang kita miliki semunya digunakan untuk kegiatan yang diridhoi Allah, sesuai dengan makna syukur itu sendiri, sebagaimana yg diungkapkan oleh Imam Akhdori,

صرف العبد جميع ما انعم الله عليه الى ما خلق لآجله

Menggunakan Nikmat Allah sesuai pada tempatnya-cocok dengan keinginan Allah, dengan bersyukur, akan banyak hikmah yang akan diberikan Allah, diantaranya

Pertama: Allah akan menambah nikmat-Nya

لئن شكرتم لآزيدنّكم ولئن كفرتم انّ عذابي لشديد

“Jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmatku sesungguhnya ‘azabku sangat pedih” (Ibrahim:7)

Kedua : Hikmah bersyukur itu bukan untuk siapa-siapa tapi hikmah bersyukur itu akan kembali kepada orang yang mensyukurinya,

ومن يشكر فانّما يشكر لنفسه ومن كفر فاءنّ الله غنيّ حميد

“Dan barangsiapa yang bersyukur, sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang mengingkari sesungguhnya Allah maha kaya lagi maha terpuji” (Lukman 12).

Ketiga: Allah tidak akan menurunkan siksanya kepada orang yg bersyukur, sebagaimana firmannya dalam surat An-Nisa ayat 147.

ما يفعل الله بعذا بكم ان شكرتم وامنتم

“Allah tidak akan menurunkan azabnya kepadamu, jika kamu bersyukur dan beriman” (An-Nisa : 147)

Semoga yang singkat ini dapat membawa manfaat yang banyak untuk kehidupan kita dunia dan akhirat, dan kita termasuk dalam golongan Hamba-hamba Allah yang pandai bersyukur, Amin..


برك الله لي ولكم فى القران الكريم
ونفعني واياكم بما فيه من الآيات والذّكرالحكيم
فاستغفروه انّه هوالغفورالرّحيم.

Tidak ada komentar: