KEWAJIBAN TERHADAP ALLAH
DAN BERBUAT BAIK TERHADAP SESAMA MANUSIA
(BAGIAN I)
DAN BERBUAT BAIK TERHADAP SESAMA MANUSIA
(BAGIAN I)
واعبداللّه ولا تشركو به شيأ وبالوالدين احسانا وبذىلقربى واليتمى والمساكيني والجالرذىالقربي والجارالجنب والصّحب بالجنب وابن السّبيل وماماكت ايمانكم انّ اللّه كان مختالا فخورا
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua oarng tua (ibu bapakmu), karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang–orang yang sombong dan membangga-banggaka diri” (Q.S. An-Nisa 36)
Larangan Menyekutukan Allah
Menyekutukan Allah adalah perbuatan syirik, adapun orang yang melakukannya di sebut musyrik. Perbuatan syirik ada dua macam yaitu:
Pertama Syirik besar, apa itu syirik besar? Syirik besar adalah menjadikan benda-benda tertentu sejajar dengan Allah untuk disembah seperti, batu, pohon, kuburan, patung, matahari, bulan dsb. Penyembahan kepada yang disebutkan itu adalah syirik yang besar yang tidak dapat diampuni dosanya, sebagaimana Firman Allah :
Pertama Syirik besar, apa itu syirik besar? Syirik besar adalah menjadikan benda-benda tertentu sejajar dengan Allah untuk disembah seperti, batu, pohon, kuburan, patung, matahari, bulan dsb. Penyembahan kepada yang disebutkan itu adalah syirik yang besar yang tidak dapat diampuni dosanya, sebagaimana Firman Allah :
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya, barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar, (Q.S. An-Nisa : 48)
Kedua, Syirik kecil, apa itu syirik kecil? Syirik kecil adalah Riya’ yaitu memperlihatkan amal ibadahnya kepada orang lain, beribadah karena tujuan tertentu seperti ingin dipuji, ingin dianggap paling soleh, paling dermawan, dsb, padahal ketika ia beribadah sendirian tidak demikian, Rosulullah SAW bersabda :
“Hati-hatilah melakukan syirik kecil itu, para sahabat bertanya, apakah syirik kecil itu ya Rosulullah?, jawab beliau : “Riya” nanti Allah akan berkata pada hari pembalasan bagi hamba mengenai ‘amal-amal mereka itu, pergilah kamu kepada orang-orang yang kamu perlihatkan amal-amal kamu kepada mereka itu sewaktu di dunia, perhatikanlah, apakah kamu mendapat balasan dari mereka itu” (H.R. Ahmad)
Oleh karena itu kunci Ibadah adalah Ikhlas, semata–mata karena Allah, karena ‘amal yang dikerjakan dengan tidak ikhlas , tidak sedikitpun mendapat imbalan dari Allah, alias sia-sia saja, sebagaimana firman Allah :
“Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu bagaikan debu yasng berterbangan” (Al-Furqon : 23)
semoga kita ikhlas dalam ber’amal dan terhindar dari sifat-sifat syirik, Amin…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar