MENCARI NAFKAH IBADAH ?
| |
| Alangkah beruntungnya orang yang pergi pagi pulang petang kadang malam bahkan terkadang jauh dari keluarga, tapi dia masih punya iman- ketika datang waktu shalat dia shalat, ketika datang waktu puasa dia puasa-ketika datang perintah zakat dia keluarkan zakatnya – orang yang seperti inilah Insya Allah termasuk orang yang beruntung karena dia mampu membagi waktunya untuk ibadah kepada Allah, bahkan mencari nafkah itu sendiri adalah bagian dari ibadah, sebagaimana Rosulullah SAW bersabda : من امسى كالا من عمل يده مغفوراله Orang yang kecapean / kelelahan di malam harinya karena mencari nafkah disiang harinya, Allah akan ampuni dosanya. Belum lagi aktifitas kita yang lain yang selalu diiringi dengan zikir dan do’a, mau tidur kita baca do’a, bangun tidur kita baca do’a, mau makan kita baca do’a, selesai makan kita baca do’a, keluar rumah, naik kendaraan kita baca do’a ketika di jalan macet kita hiasi bibir kita dengan zikir, dsb subhanallah …sungguh banyak nilai ibadah yang kita dapatkan setiap harinya, untuk itulah sebetulnya Allah menciptakan kita dalam hidup ini. وما خلقت الجنّ واﻷنس الاّ ليعبدون “Tidaklah aku menciptakan jin dan manusia, kecuali agar mereka beribadah kepadaku” (Az-Zariyat:56) Bahkan untuk dapat berjumpa dengan Allah kelak di akherat, tergantung sejauh mana amal ibadah kita yang telah kita kerjakan selama ini, sebagaimana firman-Nya : فمن كان يرجو لقاء ربّه فليعمل عملا صالحا ولا يشرك بعبادة ربّه احدا “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Allah, maka hendaklah ia mengerjakan ‘amal sholeh, dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada-Nya”(Q.S.Al-Kahfi:10) Dan alangkah ruginya orang yang pergi pagi pulang petang kadang malam lembur katanya bahkan jauh dari keluarga- tapi yang dia kejar hanya materi dan materi, uang dan uang lagi, perintah-perintah Allah seringkali dia abaikan – orang yang seperti ini kata Al-Imam Ghazali Syaqiyyun Fiddunya Wasyaqiyyun Fil-akhirah “ Sudah susah di dunia susah pula di akherat. Padahal, bagaimanapun nikmatnya kita hidup didunia suatu saat pasti akan berakhir juga, kita semua akan kembali kepada sang pencipta Allah SWT, dan ketika kembali kepada Allah, apa yang akan kita bawa???.... Bukan berarti orang islam tidak boleh kaya, tidak boleh sibuk – jutru orang islam itu harus kaya dan harus rajin, sebab kalau miskin repot dan bisa ngerepotin yang lain, masalahnya sekarang bukan kaya atau miskin, siapapun kita yang penting adalah pandai-pandailah membagi waktu, mana untuk dunia dan mana untuk akherat – kalau seimbang kan enak, seperti shalat, berapa lamanya sih kita mengerjakan shalat? Paling juga 10 menit, padahal 24 jam Allah memberikan kita waktu, dalam kehidupan sehari-hari sering kita lihat bagaimana tukang ojek, sopir angkot, buruh bangunan ketika orang lain pergi shalat jum’at, eeh…dia masih saja bekerja, inilah barangkali yang pernah disinggung oleh Imam Ghazali Syaqiyyun Fiddunya Wasyaqiyyun Fil-akhirah “ Sudah Susah di dunia susah pula di akherat, Puasa - berapa lamanya sih kita puasa? – cuma dari pagi sampai sore, sementara orang lain banyak yang kelaparan setiap harinya, Zakat berapa sih besarnya kita membayar zakat? hanya 2,5 % dari penghasilan kita, padahal penghasilan kita besar dan diluar sana banyak orang-orang yang membutuhkan uluran tangan kita, hadir di majlis ta’lim atau kumpul dengan keluarga di rumah untuk mengaji atau belajar ilmu agama, untuk setiap hari barangkali memang tidak mungkin, tapi paling tidak seminggu sekali lah atau sebulan sekali, kalau alasannya selalu sibuk , semua orang pasti punya kesibukan masing-masing, dan yang namanya kesibukan itu tidak akan pernah berhenti, bahkan sampai kita mati, tapi kalau kita pandai membagi waktu Insya Allah kita termasuk orang yang beruntung, sebagaimana firman Allah : والعصر انّ ﻻنسان لفي ﺧسر الاّالّذين امنوا وعملوﺍ الصّالحات وتوا صوبالحقّ وتوا صوبالصّبر “ Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan ber’amal soleh, saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan saling nasehat menasehati dalam kesabaran” ( Q.S. Al’Ashr 1 – 3 ). Semoga kita menjadi orang yang selalu beribadah, seluruh aktifitas kita dari pagi, siang, sore, malam - dari kita bangun tidur sampai tidur lagi, termasuk kegiatan kita dalam mencari nafkah, semuanya bernilai ibadah , Amin… | |
Jumat, 18 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar